Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Malamku Bersama Teman-teman

Syukur Alhamdulillah kita haturkan kepada Allah SWT. Acara Puncak Tema “Alam Semesta”, Jum’at (05/04/2019) berjalan lancar dan mendapat respon positif dari para walimurid.

Acara ini dilaksanakan dengan bermalam disekolah yang diikuti oleh seluruh murid-murid TK ABA Bebekan dan ada juga dari TK ABA Kalijaten. Ada bermacam-macam kegiatan dan permainan didalamnya.

Sebelum memulai serangkaian kegiatan seluruh anak-anak diajak senam terlebih dahulu sekaligus mencari kelompoknya sesuai instruksi yang diberikan oleh ustadzahnya, seru bukan….

Anak-anak terlihat senang sekali ketika mencoba seluruh permainan yang ada di acara ini. Dan salah satu dari mereka bertanya kepada seorang ustadzah.

“Ust, kapan kita bisa menonton film tentang alam semesta katanya kita diajak nonton dan melihat api unggun”

“Sabar ya nak, nanti pasti akan nonton film dan melihat api unggun” (kata seorang ustadzah)

Waw, sungguh mereka sudah tidak sabar sekali untuk bisa menonton film dan melihat api unggun dalam acara ini. Setelah sholat magrib anak-anak minta cepat-cepat diputarkan filmya dan sambil menunggu sholat isya’.

Dan dari intinya inti dalam acara ini yakni api unggun, ketika mereka diajak keluar terlihat dari wajah-wajahnya sudah tidak sabar. setelah menyaksikan tampilan dari temen-temen mereka sampailah diacara yang sudah di tunggu-tunggu…

BOOOOMMM… terlihat nyala api unggun mulai membesar dan anak-anak dengan riang gembiria menyanyikan “api api api apii apiii api unggun sudah menyala”…. setelah api unggun meredup anak-anak pun mulai mempersiapkan diri untuk istirahat malam bersama teman-temannya.

Pagi pun sudah tiba setelah sholat subuh berjamaah anak-anak bersiap untuk olahraga pagi dilanjutkan sarapan lalu time to go homeeee…… siapa yang sudah di jemput mama dan papa anak-anak dipersilahkan pulang… terlihat raut wajah bahagia dan harap-harap cemas

“Pada saat saya menjemput ananda, sempat saya cemas karna belum pernah ananda tidur di luar rumah tidak bersama orangtua.. tapi ketika raut dari ananda terlihat bahagia seketika rasa cemas kami berubah menjadi bangga.” Dari salah satu walimurid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *